nenden prihasty

nenden prihasty

Mengenai Saya

Foto saya
Mahasiswi Fakultas Ilmu Komunikasi Jurusan Bidang Kajian Public Relations Universitas Islam Bandung.

Selasa, 14 Juni 2011

Mu'jizat Allah saat ibadah Haji

Bismillahirrohmanirrohim
Assalamu’alaikum Wr Wb.



Ini adalah sebuah kisah nyata pengalaman kedua orang tua saya ketika menunaikan ibadah haji pada tahun 2006. Sebelum orang tua saya berangkat haji sempat terjadi beberapa masalah dan kendala yang menghalangi kedua orang tua saya selama proses akan pergi haji. Salah satunya adalah ibu saya yang ternyata hamil, namun kemudian keguguran karena kandungan ibu saya yang lemah. Tetapi dengan izin Allah akhirnya kedua orang tua saya dapat menjalankan ibadah haji.

Seperti yang telah kita ketahui bahwa Mekkah adalah kota yang suci. Dan seperti yang banyak orang katakan, ketika Anda berkunjung ke Mekkah dan dekat dengan ka’bah maka hati Anda akan tersentuh dan merasa sangat dekat dengan Allah. Apa yang Anda lakukan selama sebelum pergi haji akan dibalas disana. Kebaikan Anda sebelum-sebelumnya akan dibalas dengan sesuatu yang indah juga disana. Begitu pun sebaliknya, keburukan atau kesalahan kita sebelumnya akan dibalas dengan cobaan-cobaan di Mekkah.

Ketika orang tua saya menunaikan ibadah haji untuk pertama kalinya, beliaupun mengalami kejadian-kejadian seperti itu. Suatu hari, saat itu rombongan orang tua saya akan melakukan Thawaf yang pertama bersamaan dengan bermacam-macam manusia dari berbagai Negara. Dan ketika ibu saya bersama temannya melakukan Thawaf ditengah-tengah kerumunan orang, beliau bersama temannya terjepit oleh orang-orang dari Negara lain yang memiliki postur tubuh hampir dua kali lipat lebih besar dari tubuh beliau. Tubuh beliau terdesak-desak hampir tidak bisa bernapas. Dalam hatinya beliau sempat berkata “Ya Allah, jika memang Engkau akan mencabut nyawaku pada hari ini aku ikhlas..” kemudian beliau bertakbir dalam hatinya “Allahu Akbar, Allahu Akbar..”. Dalam sekejap tiba-tiba tepat jalan di depan beliau menjadi sangat lega dan tanpa berdesak-desakan. Beliau akhirnya dapat berthawaf dengan nyaman. Sedangkan temannya masih merasa berdesak-desakan. Hingga keesokan harinya, temannya tidak ikut ke masjid karena takut berdesak-desakkan.

Di dalam pemikiran orang tua saya saat itu, mungkin Allah sedang menguji dirinya ketika pertama kali datang ke Mekkah. Apakah beliau kuat menjalani cobaan ini atau tidak? Dan ketika seseorang dapat melalui cobaan yang Allah beri, maka Allah akan memberikan sesuatu yang indah juga pada umatnya.

Dalam Al-Qur’an juga telah disebutkan bahwa Allah tidak akan memberikan cobaan kepada umatnya melampaui kemampuan umatnya. Dan dari kejadian yang dialami orang tua saya, bahwa Allah akan dekat dengan umatnya apabila umatnya mendekatkan dirinya kepada Allah. Dan sesungguhnya mu’jizat Allah benar-benar nyata.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar